Balai Bahasa Sumsel Adakan Lomba Wajah Bahasa Sekolah

Home / Berita / Balai Bahasa Sumsel Adakan Lomba Wajah Bahasa Sekolah
Balai Bahasa Sumsel Adakan Lomba Wajah Bahasa Sekolah Ilustrasi kampanye penggunaan bahasa Indonesia (Desain: Kemendikbud RI)

TIMESMOJOKERTO, PALEMBANG – Wajah bahasa sekolah merupakan gambaran atas sikap positif terhadap penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara di lingkungan sekolah. Untuk itu, Balai Bahasa Sumatera Selatan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mengadakan aksi nasional "Penghargaan Wajah Bahasa Sekolah se-Sumsel".

"Lomba ini bertujuan untuk meningkatkan situasi tertib berbahasa di ruang publik," kata Kepala Balai Bahasa Balai Bahasa Sumsel, Firman Susilo, Senin (25/2/2020).

Selain itu, keberadaan penggunaan bahasa melalui tulisan di ruang publik, termasuk di dalamnya wajah bahasa sekolah dirasa penting sebagai identitas instansi, wilayah bahkan negara.

Untuk meningkatkan martabat negara melalui bahasa, pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan surat edaran nomor 12 Tahun 2018 tentang Pengutamaan Bahasa Negara di ruang publik yang ditujukan kepada bupati/wali kota di seluruh Indonesia.

"Surat edaran ini menyebutkan bahwa semua kepala daerah wajib mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia pada nama bangunan dan permukiman di seluruh wilayah Indonesia," ujarnya.

Di sisi lain, dalam surat edaran tersebut disebutkan pula bahwa bahasa Indonesia wajib digunakan dalam tujuh objek ruang publik lainnya, seperti nama lembaga, nama jalan, merek dagang, perkantoran, penunjuk jalan, fasilitas umum, spanduk, dan nama produk barang/jasa.

"Hal tersebut juga diperkuat oleh Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 tantang penggunaan bahasa Indonesia," tegas Firman.

Penghargaan Wajah Bahasa Sekolah ditujukan untuk tingkat SMP/MTs negeri maupun swasta. Untuk mengikuti lomba ini, sekolah bisa mengirimkan tujuh objek foto tulisan nama sekolah atau nama gedung, tulisan nama sarana umum, tulisan nama ruang pertemuan, tulisan nama produk barang/jasa, tulisan nama jabatan, tulisan penunjuk arah atau rambu umum, serta tulisan yang berbentuk spanduk atau alat informasi lain sejenisnya.

"Foto objek ini harus yang terbaru dan foto asli hasil pemotretan di sekolah serta dilengkapi surat pengantar dari kepala sekolah karena kami akan cek nanti untuk verifikasi," katanya.

Total hadiah pembinaan bahasa lomba kegiatan ini lanjut Firman, adalah dua puluh delapan juta lima ratus rupiah, dengan rincian Terbaik I Rp6.000.000,00; Terbaik II Rp5.500.000,00; Terbaik III Rp5.000.000,00; Terbaik IV Rp4.500.000,00; Terbaik V  Rp4.000.000,00; dan Terbaik VI Rp3.500.000,00. 

Pemenang terbaik tingkat provinsi juga mendapat kesempatan untuk diikutkan lomba serupa di tingkat nasional.

"Peserta atas nama lembaga sekolah mendaftarkan diri dengan mengirimkan foto objek penggunaan bahasa Indonesia di sekolah masing-masing. Sekarang kita sedang menunggu kiriman berkas dari sekolah sampai 24 April 2020," terangnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com