Pemkot Malang Anggarkan Rp 37,310 Miliar untuk Tangani Virus Corona

Home / Berita / Pemkot Malang Anggarkan Rp 37,310 Miliar untuk Tangani Virus Corona
Pemkot Malang Anggarkan Rp 37,310 Miliar untuk Tangani Virus Corona Wali Kota Malang Sutiaji. (Foto: Naufal Ardiansyah/TIMES Indonesia)
Fokus Berita

TIMESMOJOKERTO, MALANGPemkot Malang menganggarkan Rp 37,310 Miliar untuk menangani kasus virus Corona (Covid-19).

"Hari ini (26/3/2020), kita telah rumuskan beberapa langkah antisipasi dan intervensi akan dampak-dampak yang mungkin terjadi. Saya sudah minta kepada Pak Sekda untuk memangkas dan mengalihkan beberapa anggaran kegiatan, termasuk juga pemangkasan untuk perjalanan dinas agar dipergunakan dalam penanganan Covid-19, khususnya untuk melindungi warga yang terdampak secara langsung. Untuk itu semua, telah terproyeksi totak anggaran sekitar Rp 37,310 miliar. Itu sudah termasuk angka alokasi pada Belanja Tidak Terduga sebesar Rp 2,150 M," kata Wali Kota Malang, Sutiaji, melalui Kabag Humas Kota Malang, Widianto.

Langkah tersebut diambil mengacu pada pergerakan Covid-19 di Kota Malang per 25 Maret 2020, di mana ada tambahan satu PDP yang dinyatakan positif.

"Secara khusus pasien dimaksud merupakan pasien yang memang posisi sudah dalam pengawasan, dan baru keluar hasil laboratoriumnya yang menegaskan positif. Di sisi lain angka PDP yang dalam proses perawatan dan menunggu hasil lab juga bertambah. Pun demikian angka ODP juga meningkat dari hari ke hari," kata Sutiaji.

Pihaknya terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Juga, diperlukan adanya kesadaran kolektif dan tanggung jawab bersama untuk menangani Corona ini.

"Karena untuk memutus mata rantai sebaran Corona ini ya menghindari kontak secara langsung, melakukan social distancing, melakukan pekerjaan atau aktivitas di rumah, dan untuk sementara waktu diupayakan tidak bepergian ke luar kota bila memang tidak urgen," ungkapnya.

Kini, Pemkot Malang juga memperketat jam operasional untuk semua aktivitas usaha. Semua harus sudah tutup pukul 20.00 WIB, dan segera pulang serta tidak melakukan aktivitas sosial.

Terpisah, Ketua Satgas Covid-19 yang juga Sekda Kota Malang, Wasto, menjelaskan penambahan anggaran penanganan Covid-19 diperuntukkan dalam bentuk bantuan sosial kepada warga kota yang terdampak, seperti PKL, para penyandang disabilitas tuna netra yang selama berprofesi jasa refleksi (pijat), maupun warga rentan sosial dan miskin.

Selain hal itu, penambahan anggaran juga untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, yang berkonsekuensi terhadap kapasitas rumah sakit rujukan.

Pembahasan dan permusan anggaran serta rujukan kegiatan yang akan disasar, juga menghadirkan dan melibatkan Ketua DPRD,  Kejaksaan Kota Malang dan Polresta Malang. 

Dilakukan secara marathon, pada rapat awal tergelar pada selasa 24 Maret 2020 dan berlanjut Kamis 26 Maret 2020 di ruang sidang Balaikota.

"RSUD akan kita siapkan untuk jadi rumah sakit rujukan. Selain 4 yang sudah ditetapkan yakni RSSA, RST, RS Lavallete dan RS Panti Waluyo. Untuk rencana itu dialokasikan sekitar Rp 15 miliar," ujar Wasto.

Postur anggaran penanganan Covid-19 ini, masih kata Wasto, terurai Rp 2,150 M dari BTT, sebesar Rp 9,9 M bersumber dari Dinas Kesehatan yang dipergunakan antara lain untuk penyediaan Alat Pelindung Diri (APD), pengadaan alat kesehatan dan penunjang Laboratorium Kesehatan, pengadaan unit SiCo dan bahan disinfektan.

Secara khusus, seperti diutarakan Wasto,  Pemkot akan menginjeksi warga terdampak, dengan alokasi sebesar Rp 10, 260 M.

"Kita tidak tahu sampai kapan 'badai' ini berlalu. Semoga saja cepat usai. Karenanya, kemungkinan-kemungkinan terjadi penambahan anggaran penanganan tetap kami antisipasi. Dan terus akan kami libatkan dan ajak bersama Dewan (Pimpinan), Kejaksaan (Kajari) maupun Polresta (Kapolresta)," imbuhnya.

Melalui anggaran ini, Pemkot Malang berkomitmen melakukan upaya-upaya pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19). (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com