Demi Kemanusiaan, Anggota Komisi XI DPR RI Minta Cukai Ethanol Dibebaskan

Home / Berita / Demi Kemanusiaan, Anggota Komisi XI DPR RI Minta Cukai Ethanol Dibebaskan
Demi Kemanusiaan, Anggota Komisi XI DPR RI Minta Cukai Ethanol Dibebaskan Anggota Komisi XI DPR RI Sarmuji di Gedung Negara Grahadi, Kamis (26/3/2020). (FOTO: Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Fokus Berita

TIMESMOJOKERTO, SURABAYA – Anggota Komisi XI DPR RI, Sarmuji mendorong agar ethanol untuk kepentingan medis dan sosial demi kemanusiaan, dibebaskan dari cukai. Hal ini mengacu pada upaya pemerintah dan masyarakat yang sedang melakukan penanggulangan wabah virus Corona (Covid-19).

Hal itu dikatakan Sarmuji saat memfasilitasi PT Molindo Raya Industrial Lawang memberikan bantuan ethanol 70 persen sebanyak 20 ribu liter kepada Pemprov Jatim, Kamis (26/3/2020).

"Terutama berkaitan dengan suplai, kami akan mendorong untuk kepentingan dan penanggulangan dan perlawanan kita pada Covid-19, ethanol untuk kepentingan medis dan sosial supaya dibebaskan dari cukai," katanya.

khofifah-indar-parawansa-49.jpg

Selain itu untuk menjaga kelangsungan suplai, Sarmuji minta pemerintah sementara waktu menghentikan atau melarang ekspor bahan baku ethanol. Sebab, melihat kondisi saat ini di mana masyarakat berebut ethanol sebagai salah satu bahan baku untuk memerangi penyebaran Covid-19 seperti bahan pembuatan disinfektan dan hand sanitizer.

Karena itu, menurut Sarmuji, harus ada kontinuitas jaminan pasokannya saat bahan baku tersedia dalam jumlah yang cukup. Jika tidak, maka ketersediaan ethanol akan terganggu.

Legislator yang juga ketua DPD Partai Golkar Jatim tersebut menyebut produksi ethanol di Jatim jumlahnya cukup banyak.

khofifah-indar-parawansa-50.jpg

"Enggak usah khawatir, Bu Gubernur tadi baru tahu kalau ethanol di Jatim itu produksinya banyak, jutaan liter. Bu Gubernur tadi tanya: Kita cari ethanol susah. Ya sudah karena tidak tahu tempatnya. Alhamdulillah kita sambungkan, bukan hanya jualnya di mana, tapi pabriknya tahu sekarang," imbuh Sarmuji.

Gayung pun bersambut. Langkah Sarmuji ini mendapat dukungan dari Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Menurutnya, usulan ini sama dengan kebijakan pemerintah untuk stop ekspor Alat Pelindung Diri (APD), karena kebutuhan dalam negeri sedang banyak.

"Jadi saya seiring dengan yang disampaikan Pak Sarmuji, untuk raw material ethanol misalnya, ini bisa setop sementara ekspornya agar pemenuhan kebutuhan ethanol dalam negeri bisa tercukupi," kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com