TKI di Malaysia Tak Berpenghasilan Dampak Kebijakan Lockdown Covid-19

Home / Berita / TKI di Malaysia Tak Berpenghasilan Dampak Kebijakan Lockdown Covid-19
TKI di Malaysia Tak Berpenghasilan Dampak Kebijakan Lockdown Covid-19 Ilustrasi - Tenaga Kerja Indonesia (TKI) (FOTO: Jibi)

TIMESMOJOKERTO, PAMEKASAN – Warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia mengaku sudah puluhan hari tidak bekerja setelah negara tersebut memberlakukan lockdown akibat pandemi Covid-19. Rabu (1/4/2020).

Syaiful (29) asal Desa Bujur timur, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan mengaku sudah puluhan hari tidak bekerja. Ia mengaku tidak bekerja sejak 20 Maret 2020.

"Semua TKI yang bekerja bangunan di Malaysia tidak diperbolehkan untuk bekerja bangunan, sehingga banyak warga TKI tidak dapat gaji," ungkap Syaiful pada wartawan lewat video call WhatsApp.

Selanjutnya, menurut Syaiful TKI tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah Malaysia. Yang mendapat bantuan sejak lockdown akibat pandemi Covid-19 hanya warga Malaysia sendiri.

"Sekarang TKI banyak susah mau makan lantaran tidak punya uang untuk beli beras dan ikan," ungkap Syaiful yang sudah 8 bulan bekerja di Malaysia.

Selain itu, Syaiful berharap pemerintah Indonesia dapat memberikan bantuan baik sembako atau uang agar warga Indonesia yang ada di Malaysia dapat bertahan hidup di Malaysia.

"Sekarang saya dan teman-tekan meminta kepada pemerintah Presiden RI Jokowi untuk memberikan bantuan pada warga yang mencari kerjaan di Malaysia. Karena kalau tidak dibantu maka TKI akan kelaparan di Malaysia," ungkap Syaful yang saat ini ada di daerah sekitar Kuala Lumpur, Malaysia.

Syaiful kelahiran Pamekasan ini biasanya kalau bekerja bangunan setiap bulan penghasilannya bisa sampai Rp 3 juta hingga Rp 4 juta. Namun, semenjak ada kebijakan pemerintah untuk tidak bekerja maka TKI tidak dapat penghasilan apa-apa 

"Kalau tidak bekerja setiap harinya hanya diam dalam kongsi atau dalam kontrakannya. Biasanya aktivitasnya kalau tidak main game iya tidur. Karena mau pulang pun juga tidak punya uang," ungkap Syaiful yang sudah punya anak satu itu. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com