Pemkot Blitar Salurkan Sembako ke Warga Terdampak Kebijakan Antisipasi Covid-19

Home / Berita / Pemkot Blitar Salurkan Sembako ke Warga Terdampak Kebijakan Antisipasi Covid-19
Pemkot Blitar Salurkan Sembako ke Warga Terdampak Kebijakan Antisipasi Covid-19 Plt Wali Kota Blitar menyalurkan Sembako ke warga yang terdampak kebijakan antisipasi virus Corona atau Covid- 19, Rabu (1/04/2028). (FOTO: Istimewa)
Fokus Berita

TIMESMOJOKERTO, BLITAR – Pemerintah Kota Blitar (Pemkot Blitar) menyalurkan sembako ke warga yang terdampak kebijakan antisipasi virus corona atau covid-19. Salah satunya diberikan kepada tukang becak pasca penutupan sejumlah lokasi wisata, Rabu (1/4/2028). 

Plt Wali Kota Blitar Santoso mengatakan, Pemkot Blitar tidak serta merta menutup tempat wisata, tetapi juga mencari solusi agar pekerja sektor informal bisa terbantu. Salah satunya pemberian sembako.

“Iya, bantuan sembako ini memang diberikan kepada mereka yang terdampak kebijakan Pemkot Blitar. Banyak tempat wisata yang ditutup demi kebaikan bersama," katanya. 

Santoso menjelaskan, pemberian sembako yang dipusatkan di halaman Kantor Wali Kota Blitar itu, diinisasi oleh Forum Corporate Social Responbility (CSR) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Blitar. Bantuan yang diberikan berupa 5 kilogram beras, 2 kilogram gula, 2 liter minyak goreng, mi instans, kecap, dan sabun. Para penerima bantuan sembako di antaranya  tukang becak 239 penerima, pedagang di Kebonrojo 67 penerima, pedagang di Alun-alun Kota Blitar 69 penerima. 

“Jangan lihat jumlahnya, tetapi perhatiannya. Karena memang gara-gara corona ini, semua berdampak. Kami juga atensi dengan kondisi para pedagang, tidak hanya sekadar menutup lokasi tempat dagangannya,” ujarnya

Santoso menegaskan Pemkot Blitar nantinya akan menyerahkan sembako secara simbolis. Yakni dengan menyerahkan kepada sembilan koordinator tukang becak dan pedagang. Kemudian selanjutnya, koordinator mengantarkan ke rumah masing-masing penerima. 

“Teknisnya sudah dipikirkan. Intinya, yang penting bantuan sampai pada penerima. Karena tidak boleh berkerumun,” kata mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar ini. 

Dalam kesempatan itu, Santoso juga kembali mengingatkan kepada warga Kota Blitar untuk bersama-sama perangi corona. Menurutnya, yang paling mudah adalah cukup dengan berdiam di rumah. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak keluar rumah kalau tidak ada kepentingan yang mendesak.

“Mudah-mudahan virus corona enyah dari Kota Blitar, warga tetap sejahtera dan terjamin," tegas Plt Wali Kota Blitar, Santoso. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com