Ditutup Sejak Covid-19 Mewabah, Wisata Agro Desa Besur Lamongan Alih Fungsi

Home / Berita / Ditutup Sejak Covid-19 Mewabah, Wisata Agro Desa Besur Lamongan Alih Fungsi
Ditutup Sejak Covid-19 Mewabah, Wisata Agro Desa Besur Lamongan Alih Fungsi Ditutup, lahan Wisata Agro Desa Besur dimanfaatkan untuk tanaman padi. (FOTO: Desa Besur for TIMES Indonesia)

TIMESMOJOKERTO, LAMONGAN – Pandemi Covid-19 membuat pemerintah memutuskan agar seluruh lokasi wisata ditutup untuk mencegah penyebarannya, tak terkecuali Agro Wisata Desa Besur, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan.

Penutupan tersebut membuat pengelola Agro Wisata Desa Besur memilih menghentikan seluruh aktivitas untuk menekan biaya operasional.

"Sekarang ini nggak ada kegiatan sama sekali, di tengah situasi seperti ini, ya apa boleh buat," kata Kepala Desa Besur, Haris Suhud.

Bahkan, kata Haris, seluruh jenis tanaman yang berada di Wisata Agro Desa Besur juga dibiarkan tidak terawat.

"Karena jangan sampai nanti perawatan yang kita lakukan semaksimal mungkin, tapi kondisinya masih tetap seperti ini, kan percuma," tuturnya.

Selain menghentikan seluruh aktivitas, launching dua fasilitas baru di lokasi wisata yang rencananya dilakukan bulan April lalu juga terpaksa ditunda.

"Sebenarnya kita juga mau launching bulan april kemarin yaitu Warla (Warung LA) sama lapangan futsal yang ada di lokasi wisata itu, tapi terpaksa kita pending," ucap Haris.

Padahal menurut Haris, pembangunan kedua fasilitas baru tersebut sudah seratus persen. Bahkan segala perlengkapan untuk Warla juga sudah siap.

"Yang futsal siap 100 persen, kalau yang Warla tinggal belanja barang, kalau peralatan semuanya sudah siap, seperti rak untuk barang dan lain sebagainya semuanya sudah siap," tuturnya.

"Nah khawatirnya kalau kita belanjakan, terus nanti ambil petugas, kemudian mengeluarkan biaya operasional, tapi nggak ada pemasukan kan susah juga" kata Haris menambahkan.

Lebih lanjut Haris mengatakan, untuk selama masa pandemi Covid-19, lahan wisata dimanfaatkan untuk ditanami tanaman pangan.

"Ini sekitar dua minggu ini sudah panen padi, dan untuk tanaman lain ada bawang juga," ujarnya.

Sementara untuk rencana dalam waktu dekat, Haris mengaku akan kembali memanfaatkan lahan Wisata Agro Desa Besur untuk tanaman padi dan lainnya. "Habis lebaran ini kita tanam padi kembali, sambil kita juga upayakan untuk lakukan penyegaran kembali meskipun wisata harus tutup, tapi kita akan tetap upayakan untuk lakukan perawatan, supaya kalau kondisinya sudah kembali normal setelah pandemi Covid-19, langsung siap dibuka," (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com