Ekskavasi Situs Kumitir Mojokerto Bakal Dilanjutkan Tahun 2020

Home / Berita / Ekskavasi Situs Kumitir Mojokerto Bakal Dilanjutkan Tahun 2020
Ekskavasi Situs Kumitir Mojokerto Bakal Dilanjutkan Tahun 2020 Situs Kumitir di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. (FOTO: Moh Ramli/TIMES Indonesia)

TIMESMOJOKERTO, MOJOKERTO – Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan Kemendikbud mengatakan bakal melanjutkan ekskavasi Situs Kumitir di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto pada tahun 2020 mendatang.

"Ekskavasi ini sangat penting dilakukan guna mengungkap peninggalan apa yang ada di Situs Kumitir tersebut,” kata Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (PCBP), Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud, Fitra Arda Ambas, Sabtu (9/11/2019).

Selain itu kata dia, hal itu termasuk mengungkap nilai-nilai budaya peninggalan Majapahit. Di mana lanjut Fitra, Majapahit merupakan kepentingan nasional bahkan internasional.

Dari hasil observasi sementara hasil ekskavasi awal, diprediksi luasan situs berbentuk talud atau dinding penahan tanah tersebut memiliki luas sekitar 400 meter per segi.

“Ke depan ini akan menjadi prioiritas kita untuk ditindaklanjuti sampai kita menemukan struktur lain," tambahnya.

Luas lahan yang bakal diekskavasi sekitar 16 hektar sehingga pihaknya meminta Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur untuk melakukan pendataan.

Misalnya kata Fitra, terkait pembebasan lahan. Ini lantaran lokasi Situs Kumitir ada di lahan warga yang disewa untuk pembuatan baru bata merah. “Misalnya ada perlu pembebasan atau masyarakat bisa tetap bekerja disitu dengan beberapa aturan-aturan," ujarnya.

Pemerintah berharap keberadaan Situs Kumitir bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar sehingga tidak hanya dilestarikan dengan cara dilindungi, melainkan bisa dikembangkan untuk kepentingan pariwisata. Oleh karena itu, Fitra berharap, hal ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun, pengebangan ekskavasi Situs Kumitir di Mojokerto ini tidak bisa dilakukan dengan waktu yang begitu cepat. "Menurut saya, ke depan akan kita libatkan berbagai (kajian) ilmu. Karena ini sifatnya ada temuan dan kita itu penganggarannya sangat terbatas, Saya tidak bisa menyebutkan anggaran, karena itu tergabung dalam Komite penanganan kasus se-Indonesia, jadi tidak dipilah-pilah,” pungkasnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com