Serukan Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan, Ini Kata Ketum VIU

Home / Ekonomi / Ketum VIU Bersama Pendeta HKBP Serukan Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan
Ketum VIU Bersama Pendeta HKBP Serukan Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan etua Umum Visi Indonesia Unggul (VIU) Tigor Mulo Horas Sinaga. (FOTO: Dok.Pribadi)

TIMESMOJOKERTO, SURABAYAKetum VIU (Visi Indonesia Unggul) Tigor Mulo Horas Sinaga mengajak seluruh Umat Kristiani bersama menggerakkan roda perekonomian menyongsong peringatan HUT ke-75 Republik Indonesia.

Sebelumnya, Tigor selaku pengamat ekonomi politik bersama pakar ekonomi Frans Meroga juga telah memperkirakan terjadinya kontraksi ekonomi. Hal tersebut makin menguat saat Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah memprediksi ekonomi Indonesia akan tertekan ke titik -4,3 persen.

Melihat situasi ini, lembaga-lembaga Kristiani di Indonesia menginisiasi acara Perayaan 75 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di kalangan umat Kristen dengan tajuk "Bangkit dan Menjadi Terang."

Horas Sinaga selaku Ketua Panitia acara tersebut mengajak gereja-gereja di Indonesia berbuat sesuatu untuk memulihkan kembali perekonomian nasional.

"Saya ajak gereja, baik secara organisasi maupun organisme bukan hanya berdoa, tapi juga mendorong semua umat Kristiani untuk bangkit dan menggerakkan perekonomian nasional melalui sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM)," ujar Horas, Senin (10/8/2020).

Menyongsong 75 tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang diwarnai kontraksi ekonomi dalam negeri ini, Horas mengatakan jika sudah selayaknya umat Kristiani Indonesia berinisiatif membangkitkan dan memberdayakan  Ekonomi Kerakyatan (UMKM & UKM). Jika Ekonomi Kerakyatan adalah tulang punggung, maka tulang punggung inilah yang perlu dikuatkan.

Pemulihan perekonomian itu bisa dimulai dengan berwirausaha tanpa ketakutan berlebihan pada Covid-19.

"Waspada perlu, panik jangan! Jika kita panik, itu akan membuat semua roda ekonomi berhenti. Selain Ekonomi Kerakyatan, kita juga perlu dorong semua pabrik, semua usaha, semua gerak perusahaan dijalankan kembali, tentu dengan mengindahkan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah," imbuhnya.

Horas menegaskan, selain dukungan doa, umat Kristen bisa turut aksi nyata berpartisipasi membangkitkan pergerakan ekonomi bangsa.

Dalam situasi terkini, beberapa negara memilih terus jalan tanpa PSBB, sehingga ekonomi mereka tidak fatal. Jangan sampai ada kesulitan besar dalam trading internasional akibat banyak pembatasan.

"Juga jangan sampai ekonomi Indonesia morat-marit karena diporoti pihak-pihak tertentu yang minta fasilitas akibat di-PSBB pemerintah, sementara pemasukan pemerintah merosot tajam. Ada kabar berembus, pemasukan pajak sebagai pemasukan utama negara, di bawah 30% dalam kwartal kedua 2020 ini. Sebagai gereja kita harus dorong supaya semua usaha dijalankan kembali," kata Horas.

Di tempat berbeda, rohaniwan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pdt. Robinson Butarbutar secara daring mengatakan, gereja perlu bertindak proaktif dalam masalah-masalah kemasyarakatan.

"Termasuk menjadi pionir dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di masa pandemi," ucapnya.

Rohaniwan yang diharap banyak pihak di HKBP dapat memimpin HKBP sebagai Ephorus pada periode mendatang itu mendorong gereja-gereja berpartisipasi aktif dalam menangani masalah-masalah yang dihadapi bangsa.

"Pandemi berdampak buruk pada perekonomian nasional, maka gereja tak boleh tinggal diam, terutama gereja-gereja yang diberi Tuhan kelebihan rezeki, gereja wajib berpartisipasi dalam memberdayakan ekonomi masyarakat. Kita bisa contoh gereja-gereja di Jerman, yang responsif terhadap masalah-masalah dalam masyarakat," ungkapnya menambahkan.

Sejalan dengan Pendeta Robinson, Horas mengundang gereja-gereja di Indonesia membangkitkan ekonomi kerakyatan.

"Sektor ini pun menjadi perhatian Presiden Jokowi juga. Saya yakin kok kita punya potensi wirausaha yang luar biasa," tandasnya.

Negara, lanjutnya, membutuhkan banyak pelaku UMKM & UKM yang sungguh-sungguh mau berusaha.

"75 tahun kemerdekaan adalah saat yang tepat bagi kita untuk bangkit dan menjadi terang," jelasnya optimistis.

Horas mengundang umat Kristiani turut bergabung dengan gerakan "Bangkit dan Menjadi Terang" yang bertujuan menggerakkan daya ekonomi masyarakat dalam negeri.

"Kita bangkit bukan sekadar dalam konteks kesalehan pribadi, tapi juga bangkit dalam kepedulian terhadap negara. Kita perlu menggiatkan Ekonomi Kerakyatan. Sektor ini adalah lokomotif yang bisa memulihkan ekonomi negara kita," terangnya.

Perayaan 75 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia "Bangkit dan Menjadi Terang" sendiri akan diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom pada hari Sabtu dan Minggu, 15-16 Agustus 2020 pada pukul 17.00-19.00 WIB yang akan datang.

Pada 15 Agustus acara akan berupa Seminar Kebangsaan dengan tiga narasumber, yaitu Frans Meroga (Pakar ekonomi kerakyatan dari Visi Indonesia Unggul), Tracy Trinita (Teolog dari Ravi Zacharias International Ministries), dan Engeline Tjia (Pakar bisnis dan pemasaran). Pada 16 Agustus akan diselenggarakan Ibadah Ucapan Syukur yang akan dilayani oleh Pdt. Alex Nanlohy, M.A. rohaniwan dari Perkantas Jakarta.

"Saya mengajak semua umat Kristiani di Tanah Air bergabung dalam Perayaan 75 Tahun Kemerdekaan RI 'Bangkit dan Menjadi Terang.' Kita akan bersama-sama belajar bersama dan beribadah syukur serta berbuat nyata bagi Indonesia. Kita bisa bersinergi demi pemulihan ekonomi Indonesia," pungkas Ketum VIU Tigor Mulo Horas Sinaga sekaligus pengamat ekonomi politik yang pernah menjadi treasury manager di Bank BUMN terbesar di Indonesia. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com